Thursday, 21 February 2013


Source: http://www.amronbadriza.com/2012/06/cara-memberi-burung-twitter-terbang-di.html#ixzz2LXMvKLC9

.


pidato



CONTOH PIDATO PENGARUH INTERNET TERHADAP REMAJA

Assalamualaikum wr wb.
Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.
Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negatif.
Internet, kata yang tidak asing ditelinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis.  Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada. Dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”.  Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya.  Saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya. Dengan adanya internet, akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.
Banyak ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana.  Informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini. Lalu apa hubungannya dengan siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan. Iinternet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dan di manapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila.  Siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang  melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya.  Namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah. Hal itu memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam di depan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda). Remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya. Dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya.  Jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negatif tergantung dari mana dia memulai.
Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Akan tetapi, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negatif justru sebaliknya.  Dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.
Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita. Selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.
Sekian, dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.

pidato



CONTOH PIDATO PENGARUH INTERNET TERHADAP REMAJA

Assalamualaikum wr wb.
Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.
Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negatif.
Internet, kata yang tidak asing ditelinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis.  Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada. Dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”.  Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya.  Saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya. Dengan adanya internet, akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.
Banyak ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana.  Informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini. Lalu apa hubungannya dengan siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan. Iinternet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dan di manapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila.  Siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang  melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya.  Namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah. Hal itu memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam di depan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda). Remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya. Dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya.  Jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negatif tergantung dari mana dia memulai.
Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Akan tetapi, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negatif justru sebaliknya.  Dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.
Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita. Selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.
Sekian, dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb

sastra b.inggris



Mouse Deer and Crocodile
One day, Mouse Deer went down to the river to take a drink. But he knew that the crocodile might be waiting underwater to eat him, so he said out loud. “I wonder if the water’s warm. I’ll put in my leg and find out.” Of course Mouse Deer didn’t put in his leg. He picked up a stick instead and put one end into the water. Chomp…! Crocodile grabbed the stick and pulled it underwater. Mouse Deer laughed. “Ha… ha…ha… Stupid crocodile! Cant you tell the difference between a stick and a leg?” Then Mouse Deer ran off to drink somewhere else.
In the next day, Mouse Deer wanted to cross the river. He wanted to eat the fruits on the other side of the river. He saw a floating log in the river. He knew that Crocodile looked like a log when he floated. Mouse Deer didn’t want to be eaten by Crocodile when he crosses the river. He had an idea. He called out loud, “Crocodile!” Crocodile rose from the water, “Hello, Mouse Deer. Have you come to be my lunch?” Mouse Deer smiled. “Sorry, not today, Crocodile. I have orders from the King. He wants to invite all the crocodiles in this river to a party. He wants me to count all the crocodiles so he could prepare enough meal for you.”
“Really…? Tell us what to do,” said Crocodile. “You must line up from this side of the river to the other side,” said Mouse Deer. Crocodile then got all his friends and family. They lined up across the river. Mouse Deer then jumped onto Crocodile’s back. “One,” he counted. He jumped onto the next crocodile, “Two.” And the next crocodile, “Three.” Mouse Deer kept jumping until he arrived on the other side of the river. “How many are there?” asked Crocodile. “Just enough,” said Mouse Deer. He laughed as he ran to the forest.***

surat pembaca



Penanganan Sampah

                Mandengar kata sampah tergambar sesuatu yang tidak menyanangkan bagiku. Tumpukan berbagai barang rongsokan, tebaran sisa makanan, kerumuhan lalat atau nyanmuk, dan bau busuk yang menyengat. Oleh sebab itu, tidak ada seorang pun yang menyenangi sampah. Sampah bukan hanya menyebabkan pemandangan yang kotor  dan bau tak sedap. Lebih dari itu, sampah dapat mengundang penyakit.
          Menangani sampah memang bukan masalah sederhana. Penanganan sampah seharusnya memang menjadi tanggung jawab bersama Dinas Kebersihan Kota dan Masyarakat. Dinas Kebersihan Kota bertugas mengatur tempat pembuangan sampah dan petugas yang mengelola. Sementara itu, masyarakat berkewajiban membuang sampah dengan tertib, misalnya dengan memasukkan sampah dalam bungkus yang diikat dengan kuat. Hambatannya, dapat saja sampah yang sudah diletakkan dalam bungkus itu biasanya diaduk-aduk binatang seperi kucing dan anjing.
          Guna menjaga kebersihan, masyarakat juga perlu memerhatikan disiplin dalam membuang sampah. Sangat bagus apabila ketika membuang sampah, mereka membuangnya di tempat yang sudah disediakan. Namun, tidak semua tempat menyediakan tempat pembuangan sampah. Oleh sebab itu, akhirnya mereka membuang sampah begitu saja di jalan. Apa kemudian yang terjadi? Pemandangan Kota kita yang kotor akibat timbungan sampah di jalan dan banjir pada musim hujan dan dapat menyebabkan penyakit yang berbahaya dalah kehidupan kita.

Oleh: Ahmad Eriadi

cerpen



"Penghianatan Sahabat Sejatiku"

Aku masih terpaku menatap lekat-lekat sosoknya.Seorang anak laki-laki yang sabar yang sebaya denganku, yang telah cukup lama menjadi teman akrabku sejak kelas 1 Smp.Aku pun hampir tidak mengingat, bagaimana kami bisa saling mengenal dan berlanjut menjadi seorang sahabat.Ya, sahabat. Sesuatu yang spesial bagi tidak sedikit orang.Sosok yang selalu ada saat kau jatuh hingga kau telah berada di atas angin.

           Teman akrabku itu dikatakan dewasa, dia sungguh kekanak-kanakan.Disebut penyabar, dan hobynya berenang tidak selalu seperti itu keadaannya. Namun entah karena hal apa aku sanggup berlama-lama di dekatnya. Waktu satu jam bukan lagi waktu yang cukup memuaskan bagi kami untuk saling bercerita dan berkeluh kesah. Mulai dari segala hal yang sedih, aneh, lucu, keren menurut kami, dan banyak lagi hal-hal tak penting yang kami bahas.

          Sekiranya itu adalah ikrar setia kami untuk terus bersama hingga tangan Tuhanlah yang memisahkan sejenak .Namun, dalam segala situasi yang penuh dengan kecambuk akan kelebilan kami masing-masing, kami mencoba untuk bisa memenuhi janji kami sabagai sahabat……………selamanya.

          Hingga semua itu berubah keadaannya.Terjadi begitu saja.Dan ia berhasil menghancurkan semuanya dalam sekejap dan ia berhasil menusuk belakan persahabatan ini.Tepat di pertengahan tahun lalu, semua itu kepahitan berawal dan sebuah hubungan yang erat pun berakhir.Penghianatan sahabatku yang membuat aku jadi sedih dan aku sangat marah padanya.Sebuah kata-kata itu yang terasa pantas untuk disandang.

“Sahabat juga bisa membuat masalah dalam hidup ini” kata temanku

        Hari-hari yang berlalu. Datanglah sahabatku kerumah untuk bercerita kepada dan ia minta maaf kepadaku atas kesalahan yang ia lakukan kepadaku. Dan ia ingin melanjutkan persahabatan mulai dari awal lagi. Dalam persahabatan ini tidak ada lagi kebohongan, penghiatan dan kebencian di antara kita. Terdengar sayup bisikan lembut ditelingaku hingga aku mulai bankit setelah mendengar perkataan itu, bisikan itu membuat hatiku tenang namun ia sudah menusuk belakan sahabat ini. Dan  aku terima perkataanya itu. dan kami berjanji kita akan sahabat selamanya.
 Oleh: Ahmad eriadi IX.2